WhatsApp
Facebook
X
LinkedIn
Threads
Telegram
Copy Link
VIBE CODING

Vibe Coding

Ahmad Suherman
Ahmad Suherman 29 Oct 2025

โœจ Dari Ngetik Kode ke Ngasih Arah

Di dunia teknologi yang terus berkembang, cara kita ngoding juga ikut berubah. Salah satu tren terbaru yang mulai banyak dibicarakan adalah Vibe Coding.

Vibe coding adalah praktik pengembangan software yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan kode fungsional dari perintah natural language. Artinya, kita tidak lagi selalu menulis kode baris demi baris, tapi cukup menjelaskan tujuan aplikasi, lalu AI membantu membangun, memperbaiki, hingga men-debug kode tersebut.

Istilah ini dipopulerkan oleh Andrej Karpathy pada awal 2025. Ia menggambarkan perubahan peran developer: dari penulis kode utama menjadi pengarah sistem AI. Kita fokus ke gambaran besar, sementara AI menangani detail teknisnya.


๐Ÿง  Cara Kerja Vibe Coding

Dalam vibe coding, komunikasi dengan AI jadi kunci utama. Kita tidak hanya bilang โ€œbuat kodeโ€, tapi juga menjelaskan maksud, alur, dan perilaku yang diinginkan.

Contohnya sederhana:

โ€œBuat fungsi Python yang membaca file CSV dan menampilkan 5 baris pertama.โ€

AI lalu menghasilkan kode, dan kita tinggal mengevaluasi hasilnya. Jika ada yang kurang, kita lanjutkan dengan instruksi tambahan.

Dengan pendekatan ini, proses coding terasa lebih seperti berdialog dibanding sekadar mengetik.


๐Ÿ” Loop Kode Kecil (Iterasi Cepat)

Tahapan pertama vibe coding biasanya dimulai dari loop kecil.

Alurnya seperti ini:

  • ๐Ÿ“ Jelaskan tujuan singkat

  • ๐Ÿค– AI membuat kode

  • โ–ถ๏ธ Jalankan dan observasi hasil

  • ๐Ÿ› ๏ธ Beri instruksi tambahan jika perlu

  • ๐Ÿ”„ Ulangi sampai sesuai

Misalnya:

  • โ€œBuat fungsi baca CSV.โ€

  • โ€œTambahkan validasi jika file tidak ada.โ€

  • โ€œTampilkan error message yang ramah.โ€

Loop ini membuat pengembangan jadi cepat, fleksibel, dan minim stres, terutama saat prototyping.


๐Ÿ—๏ธ Siklus Aplikasi Secara Menyeluruh

Selain iterasi kecil, vibe coding juga bisa dipakai untuk membangun aplikasi utuh.

Tahapannya:

  • ๐Ÿ’ก Mendeskripsikan ide besar aplikasi

  • ๐Ÿงฉ AI membuat struktur project dan logika awal

  • ๐Ÿงช Testing dan optimasi melalui prompt lanjutan

  • ๐Ÿ” Validasi keamanan dan kualitas oleh manusia

  • ๐Ÿš€ Deploy aplikasi

Di sini, developer berperan sebagai arsitek, bukan sekadar penulis kode. Kita memastikan arah, kualitas, dan keamanan tetap terjaga.


โš–๏ธ Vibe Coding vs Pemrograman Tradisional

Perbedaannya cukup terasa.

  • ๐Ÿงพ Tradisional: menulis kode manual baris demi baris

  • ๐Ÿค– Vibe Coding: memberi instruksi natural language ke AI

  • ๐Ÿ‘จโ€๐Ÿ’ป Tradisional: developer sebagai pelaksana utama

  • ๐ŸŽฏ Vibe Coding: developer sebagai pengarah dan penguji

  • โณ Tradisional: lebih sistematis dan lambat

  • โšก Vibe Coding: cepat untuk prototipe dan eksplorasi

Vibe coding bukan menggantikan developer, tapi menggeser peran developer ke arah yang lebih strategis.

VIBE CODING 01


๐Ÿšช Dampak untuk Pemula

Salah satu kekuatan vibe coding adalah aksesibilitasnya.

Pemula tidak lagi terhambat oleh:

  • Syntax yang rumit

  • Setup project yang panjang

  • Error yang membingungkan

Dengan vibe coding, seseorang bisa fokus dulu ke ide, alur, dan fungsi, baru perlahan memahami teknis di baliknya. Ini membuat belajar coding terasa lebih ramah dan menyenangkan.


โš ๏ธ Tantangan yang Tetap Ada

Meski terdengar ideal, vibe coding tetap punya tantangan:

  • ๐Ÿ” Kode AI harus tetap direview

  • ๐Ÿ” Keamanan tidak boleh dilepas

  • ๐Ÿง  Logika tetap harus dipahami manusia

  • ๐Ÿ“‰ Over-trust ke AI bisa berbahaya

AI membantu, tapi tanggung jawab akhir tetap ada di developer.


๐Ÿš€ Ngoding dengan โ€œRasaโ€

Vibe coding bukan sekadar teknik, tapi cara baru menikmati proses ngoding. Kita tidak hanya menulis kode, tapi membangun solusi lewat dialog dengan AI.

Di era ini, developer bukan cuma programmer, tapi juga:

  • Arsitek

  • Problem solver

  • Pengarah sistem

Kalau dulu ngoding soal ketelitian baris kode, sekarang juga soal vibe, ide, dan arah.

Dan mungkin, ke depan, ngoding bukan lagi soal siapa paling cepat mengetik, tapi siapa paling jago mengarahkan teknologi. ๐Ÿค–โœจ

Leave a reply

A magic comment will be created based on the title and content of this post.

# Related Posts

No related posts found.